PELANTIKAN HAKIM DAN PENGAMBILAN SUMPAH PANMUD HUKUM Tepat pukul 09.00 Wita, Ketua Pengadilan Agama (KPA) Balikpapan, H. Helminizami, S.H., M.H. melantik seorang Hakim Madya Utama, Muslim, S.H. Hakim yang semula bertugas di PA Samarinda Kelas IA tersebut, dimutasi ke PA Balikpapan Kelas IA, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 1709/DJA/KP.04.6/III/2010 tertanggal 19 Maret 2010. Pada saat yang bersamaan, KPA Balikpapan juga mengambil sumpah jabatan Panitera Muda Hukum.
Adalah Baihaqi S.H. yang semula menjabat sebagai Panmud Hukum pada PA Tanah Grogot Kelas II. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Nomor : 2013/DJA/KP.04.6/IV/2010 tanggal 29 April 2010, ia dimutasi ke PA Balikpapan untuk mengisi formasi Panmud Hukum yang sejak lama kosong. KPA Balikpapan dalam sambutannya mengatakan, bahwa kapasitas manajerial, profesional, administrasi serta kapasitas moral adalah empat pilar yang harus ditegakkan dalam menjalankan tugas-tugas peradilan. Apalagi, tingkat keberhasilan suatu pekerjaan banyak dipengaruhi oleh kemampuan dalam merancang, melaksanakan, mengorganisasi serta mengevaluasi. Oleh karena itu, mutlak bagi seorang aparat peradilan memahami rumus-rumus tersebut, ujarnya. Setelah acara pelantikan Hakim dan pengambilan sumpah Panmud selesai, KPA, WKPA, Hakim serta seluruh karyawan/karyawati PA Balikpapan secara bergiliran mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik dan diambil sumpahnya. Acara Pisah Sambut Pada siang harinya, dilanjutkan acara pisah sambut di Aula PA Balikpapan. Ada lima orang yang dilepas “kepergiannya” karena proses mutasi dan pensiun. Hj. Irliana Ismail, S.H. yang semula menjabat Panmud Hukum memasuki masa pensiun, Drs. H. Abdul Mujib AY, M.H. dipromosikan sebagai WKPA Tanah Grogot, Drs. Mardison, S.H., M.H. dan Drs. H. Syakhrani, dua orang hakim yang dimutasi ke PA Samarinda. Serta Siska Agustina Listianingsih, SP, staf PA Balikpapan yang dimutasi ke PA Samarinda. Banyak pesan dan kesan yang disampaikan oleh mereka selama di PA Balikpapan. Semuanya bermuara pada satu persepsi, bahwa PA Balikpapan adalah kawah candradimuka, tempat menimba ilmu, dengan frekuensi perkara yang tinggi dan variasi perkara yang banyak. KPA Balikpapan menghimbau agar perpisahan fisik tidak menyurutkan semangat dalam menjalin tali silaturahim. “Kemanapun dipindahtugaskan, rasa kebersamaan harus tetap dijaga”, paparnya. |